Review Makna Lagu Maybe Tomorrow DAY6
Review Makna Lagu Maybe Tomorrow DAY6: Harapan di Masa Sulit. Lagu Maybe Tomorrow milik DAY6 yang dirilis pada 6 Desember 2017 sebagai bagian dari album Every DAY6 December – Moonrise tetap menjadi salah satu balada paling menyentuh dan sering diputar ulang dalam diskografi mereka hingga 2026. Dengan durasi sekitar 4 menit 12 detik, lagu ini langsung meraih hati pendengar lewat piano yang dingin dan melankolis di awal, harmoni vokal yang rapuh namun penuh kehangatan, serta lirik yang terasa seperti bisikan harapan di tengah malam yang gelap. Maybe Tomorrow bukan sekadar lagu tentang menunggu hari esok—ia adalah pengakuan jujur bahwa hari ini terasa berat, tapi masih ada ruang kecil untuk percaya bahwa besok bisa lebih baik. Hampir sembilan tahun berlalu, lagu ini masih sering menjadi teman setia bagi siapa saja yang sedang melewati masa sulit—sebuah pengingat bahwa harapan tidak harus besar atau pasti; cukup ada, dan itu sudah cukup untuk bertahan satu hari lagi. REVIEW FILM
Latar Belakang Penciptaan dan Suasana Lagu Maybe Tomorrow: Review Makna Lagu Maybe Tomorrow DAY6: Harapan di Masa Sulit
Maybe Tomorrow ditulis di masa ketika DAY6 sedang menjalani jadwal padat sekaligus menghadapi tekanan sebagai band yang terus berkembang. Young K, yang menjadi penulis utama lirik, pernah menyebutkan bahwa lagu ini lahir dari perasaan lelah yang sering dirasakan anggota—rasa ingin menyerah di hari ini, tapi tetap memilih untuk melihat kemungkinan kecil di hari esok. Produksi lagu sengaja dibuat sederhana dan intim: piano yang mendominasi di verse, string halus yang masuk perlahan di chorus, serta vokal Sungjin, Young K, Wonpil, dan Dowoon yang terasa seperti sedang berbagi cerita pribadi. Tidak ada elemen dramatis berlebih atau drop besar; semuanya terasa seperti napas yang tertahan, mencerminkan keraguan dan harapan yang bercampur. Video lirik resmi yang minimalis—hanya teks dengan visual langit malam yang perlahan berubah menjadi fajar—membuat pendengar fokus pada kata-kata, seolah lagu ini ingin berbicara langsung: “Aku tahu hari ini berat, tapi besok… mungkin.”
Makna Lirik Lagu Maybe Tomorrow: Keraguan yang Jujur dan Harapan yang Kecil tapi Nyata
Lirik Maybe Tomorrow dibangun seperti catatan harian yang ditulis di malam yang sulit. Verse pertama “Oneureun jom himdeureotji / Geureohge useumyeo jinachyeotji” (Hari ini agak berat / Tapi aku lewati sambil tersenyum) langsung menggambarkan fase ketika seseorang berpura-pura kuat di depan orang lain, padahal dalam hati sedang lelah luar biasa. Pre-chorus “Eojjeomyeon naeil do ttokgateul sudo isseo / Geureohjiman” (Mungkin besok juga sama saja / Tapi…) adalah pengakuan realistis: tidak ada jaminan besok lebih baik, tapi ada “tapi” kecil yang membuka ruang harapan. Chorus yang berulang “Maybe tomorrow / Maybe tomorrow / Naega deo ganghaejil su itdamyeon” (Mungkin besok / Mungkin besok / Kalau aku bisa jadi lebih kuat) adalah inti lagu—harapan yang tidak muluk, tidak memaksa optimisme palsu, tapi cukup untuk membuat kita bertahan. Bagian bridge “Oneulboda naeil / Jogeum deo naajil su itdamyeon” (Besok lebih baik dari hari ini / Walaupun sedikit saja) membawa nada penerimaan: perubahan tidak harus drastis; cukup satu langkah kecil, itu sudah kemenangan. Secara keseluruhan, lagu ini bicara tentang fase ketika kita merasa stuck—tapi justru di keraguan itulah kita menemukan kekuatan untuk tetap percaya. Bukan lagu motivasi yang memaksa “semuanya akan baik-baik saja”, melainkan teman yang berkata: “Aku tahu rasanya berat, tapi ayo coba satu hari lagi.”
Dampak Budaya dan Mengapa Masih Relevan: Review Makna Lagu Maybe Tomorrow DAY6: Harapan di Masa Sulit
Maybe Tomorrow telah menjadi lagu yang sering diputar saat orang merenungkan hidup—di malam-malam sulit, saat anniversary kegagalan, atau ketika sedang mempertanyakan pilihan karier dan hubungan. Di TikTok, Instagram, dan Twitter, lagu ini masih sering muncul di konten “when life feels heavy but you choose to keep going”, transisi “tahun lalu vs sekarang”, atau video seseorang yang sedang belajar self-compassion setelah masa burnout. Di 2026, ketika banyak orang menghadapi quarter-life crisis, tekanan ekonomi, dan pertanyaan “ini hidupku mau ke mana?”, lirik “maybe tomorrow” sering dijadikan pengingat bahwa harapan tidak harus yakin 100%; cukup ada niat untuk melihat besok. Banyak pendengar mengaku lagu ini membantu mereka berhenti menyalahkan diri atas keraguan, dan justru menerima bahwa mangu adalah bagian normal dari menjadi manusia. DAY6 berhasil menciptakan lagu yang tidak menghibur dengan janji manis, melainkan menemani dengan kejujuran—dan itulah yang membuatnya terus hidup di hati pendengar.
Kesimpulan
Maybe Tomorrow adalah salah satu lagu paling jujur tentang keraguan hidup yang pernah dibuat—sebuah pengakuan bahwa harapan sering kali datang dalam bentuk kecil, rapuh, dan penuh tanda tanya. DAY6 melalui vokal yang hangat dan lirik yang telanjang berhasil menyanyikan rasa lelah eksistensial dengan cara yang menyentuh, tanpa sok bijak atau memaksa optimisme. Hampir sembilan tahun berlalu, kekuatannya tetap utuh—setiap kali piano mulai bernyanyi dan “maybe tomorrow” mengalun, pendengar diingatkan bahwa ragu bukan kelemahan, melainkan bukti kita masih peduli dengan hidup ini. Jika Anda sedang berada di fase “apa gunanya coba lagi” hari ini, putar lagu ini sekali lagi—biarkan rasa sesak itu terasa, biarkan pertanyaan itu menggantung, dan ingat bahwa “tapi aku masih mau coba lagi” adalah bentuk keberanian paling sederhana. Karena seperti kata lagu ini: besok mungkin sama saja, tapi mungkin juga lebih baik—dan itu sudah cukup untuk tetap melangkah. Sebuah lagu yang tak hanya menghibur, tapi juga mengajak kita tetap bertahan—meski pelan, meski ragu.