Makna Lagu Money, Money, Money – ABBA
Makna Lagu Money, Money, Money – ABBA. Lagu Money, Money, Money tetap menjadi salah satu kritik sosial paling tajam yang dibungkus melodi catchy dalam musik pop. Dirilis pada November 1976 sebagai single kedua dari album Arrival, lagu ini langsung menduduki puncak tangga lagu di banyak negara Eropa dan Australia. Di awal 2026 ini, dengan konser virtual yang diperpanjang hingga Juli di London, lagu ini secara rutin dimainkan dalam setlist, membawa pesan tentang mimpi kekayaan yang sarkastik ke generasi baru. BERITA BASKET
Pendahuluan: Makna Lagu Money, Money, Money – ABBA
Money, Money, Money menampilkan vokal utama yang dramatis dari salah satu penyanyi wanita, didukung aransemen teatrikal dengan piano riff ikonik dan string yang membangun nuansa Hollywood. Lagu ini mencapai nomor satu di Australia, Belgia, Prancis, Jerman Barat, dan beberapa negara lain, serta posisi tiga di Inggris. Meski nada lagunya ceria dan mudah dihafal, liriknya justru penuh sindiran terhadap ketergantungan pada uang. Saat ini, penampilan digitalnya dalam konser virtual di London terus memikat, dengan visual mewah yang memperkuat tema lagu.
Sejarah Penciptaan dan Nuansa Kabaret: Makna Lagu Money, Money, Money – ABBA
Lagu ini direkam pada Mei 1976 di studio Metronome, Stockholm, dengan pengaruh kuat dari gaya kabaret dan musik film. Duo penulis utama menciptakannya untuk menangkap fantasi kekayaan yang sering muncul di masyarakat, terinspirasi dari pengamatan kehidupan sehari-hari yang penuh kerja keras tapi hasil minim. Awalnya berjudul “Gypsy Girl”, tapi diganti menjadi lebih langsung untuk menekankan tema materi. Aransemennya sengaja dibuat megah, dengan lonceng dan efek suara yang menambah kesan dramatis, seolah menggambarkan dunia glamor yang hanya ada di mimpi. Proses ini menunjukkan kemampuan grup dalam menggabungkan hiburan ringan dengan komentar sosial yang dalam.
Analisis Lirik dan Kritik Sosial
Lirik Money, Money, Money menceritakan seorang wanita yang bekerja keras tapi selalu kekurangan, bermimpi menikah dengan pria kaya di “rich man’s world”. Frasa berulang “Money, money, money, must be funny in the rich man’s world” penuh sarkasme—uang memang “lucu” hanya bagi yang punya banyak. Narator membayangkan hidup mewah di Las Vegas atau Monte Carlo, bermain dadu dan menang besar, tapi kenyataan tetap pahit. Tema utama adalah kritik terhadap ketidakadilan ekonomi: dunia yang didominasi uang membuat orang biasa terjebak dalam lingkaran kerja tanpa akhir. Nada ceria lagu ini justru memperkuat sindiran, membuat pendengar tersenyum sambil merenungkan realitas yang digambarkan.
Relevansi Terkini dan Penampilan Virtual
Di awal 2026 ini, Money, Money, Money tetap menjadi bagian penting dalam konser virtual di London yang diperpanjang hingga Juli, sering dibawakan dengan kostum dan visual glamor yang ironis. Lagu ini konsisten masuk setlist sejak pembaruan pada 2025, membawa nostalgia sekaligus refleksi bagi penonton global. Maknanya tentang mimpi kekayaan instan masih sangat aktual di era ketimpangan ekonomi dan media sosial yang penuh gaya hidup mewah. Pesan sarkastiknya terus menginspirasi diskusi, membuktikan bahwa lagu ini bukan hanya hiburan, tapi juga cermin masyarakat yang tak pernah benar-benar berubah.
Kesimpulan
Money, Money, Money bukan sekadar lagu pop—ia adalah sindiran cerdas tentang obsesi manusia terhadap kekayaan. Dengan melodi yang menggoda dan lirik yang tajam, lagu ini menangkap kontradiksi antara mimpi glamor dan kenyataan keras. Hampir setengah abad kemudian, termasuk di panggung virtual terkini, ia terus mengingatkan bahwa di “dunia orang kaya”, uang memang selalu jadi bahan lelucon—tapi hanya bagi yang memilikinya. Warisan lagu ini membuktikan kekuatan musik dalam menyampaikan kritik sosial dengan cara yang tetap menghibur dan relevan.